Sabtu, 18 Mei 2013

Logika vs Hati


Heii, apa yang bisa kamu lakukan jika kamu mencintai orang yang telah mencintai orang lain?? Yap, nothing to do,,
Itu yang bebetapa saat aku rasakan, aku mencintai dia yang telah menemukan tambatan hatinya, aku terjebak dalam pengharapan, dalam mimpi-mimpi yang aku buat sendiri dalam imajinasi ku, dan ketika aku tersadar kembali ke alam nyata? Aku tertohok bahwa semua itu hanya lah mimip-mimpi yang aku sendiri tau itu tidak akan pernah menjadi kenyataan..
Hei, siapa yang mau terus terjebak dalam situasi seperti ini? Aku yakin bahkan tidak ada seorang pun yang mau, semua pasti ingin menemukan kebahagiaan di dunia nyata, bukan sekedar harapan atau bahkan mimpi-mimpi.. tapi apa daya? Ketika hati menuntut bahwa cinta ini hanya untuknya? Apa daya ketika hati menyuruh bertahan dengan harapan dengannya?
Hei, tahukah kamu? Bahwa melawan hati adalah sebuah pertarungan yang sangat berat, bahkan lebih berat daripada pertarungan apapun, logika ingin mengenyahkan mimpi-mimpi itu, mencoba menemukan kebahagiaan nyata meski bukan dengannya.. tapi hati terus berontak bertahan pada dirinya, sekarang siapa yang harus disalahkan dan harus mengalah??
Hei, sekuat apapun logika berusaha, tetap saja jika hati tidak bisa diajak bekerja sama hasilnya tidak sempurna, tidak sempurna move on (istilah sekarang).. so?? Apa yang harus dilakukan? Ya seperti sekarang yang aku alami, terus berperang, dan kadang mencapai titik lelah tak terkira, membiarkan hati menyakiti dirinya sendiri,,
Heii.. Mencintai itu sungguh bukan hal yang gampang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar