Sabtu, 22 Desember 2012

Kenangan 2


Sekolah ini menjadi rumahku sekarang rasanya begitu asing. Awal-awal masa studi aku lalui dengan nangis terus-menerus, bagaimana tidak? Aku tidak pernah tinggal berpisah dari keluarga ku, dengan umur yang masih dikatakan relatif muda menjelang 12 tahun harus hidup mendiri, berpisah dari keluarga walaupun hanya jarak beberapa kilometer dari rumah tapi rasanya berat. 
Minggu pertama dikunjungi aku menangis hingga sesegukan dihadapan orang tua ku, aku memohon untuk dipindahkan dari asrama yang serasa penjara bagiku, meskipun aku melihat dari sudut mata mamaku ada air mata yang mungkin juga merasa berat melepaskan anak perempuan satu-satunya, tapi beliau tetap bersikukuh untuk tidak memindahkanku dari asrama. 

Agustus 2004
Aku sakit. Entah karena aku yang tertekan di asrama ini sehingga membuat aku jatuh sakit. Mama langsung panik ketika tau aku sakit, dengan memohon-mohon kepada kepala asramanya agar aku diizinkan dirawat di rumah. Awalnya kepala asrama tidak mengizinkan aku dirawat di rumah dikarenakan fasilitas sekolah memadai untuk merawatku, tapi karena mama bersikukuh akhirnya aku diizinkan pulang.
Yes. Aku gembira begitu mengetahui aku diizinkan pulang dan menginap dirumah. Bayangkan selama 2 bulan aku tidak pernah tidur lagi di rumahku sendiri, palingan kalau pulang hanya boleh dari jam 9 pagi hingga 5 sore dan itu hanya 2minngu sekali. Begitu sampai di rumah aku senang bukan main, aku bisa berkumpul bersama keluarga ku lagi, ditemani adikku lagi, tidur bersama adikku lagi, menghabiskan waktu sore bersama keluargaku lagi. Sungguh itu hal yang paling menyenangkan bagiku. 
Tiga hari masa istirahatku berakhir, aku sungguh-sungguh tidak ingin kembali lagi ke penjara itu. Lagi aku memohon kepada ayah dan mama agar aku diizinkan pindah sekolah "Ma, Yah, kakak boleh ya pindah sekolah, kakak ga betah disitu, kakak mau sama mama, ayah, adek aja dirumah" aku memohon sambil terisak. Mama hanya menggeleng sambil tersenyum. "Ayo berangkat, kakak kan harus sekolah lagi, nanti banyak ketinggalan pelajaran" ajak ayah sambil memasukkan beberapa barang ke mobil. Aku benar-benar merasa memang kedua orang tuaku tidak menyayangiku, padahal aku sampai sakit-sakitan tetap saja mereka bersikeras aku harus tinggal di asrama.

September 2004
Hari ulang tahunku jatuh pada hari Kamis, sedangkan hari kunjungan keluarga masih minggu. Ulang tahun pertama tanpa keluarga, yang biasanya kami rayakan bersama dengan acara makan kecil-kecilan dan biasanya aku dapat berbagai hadiah dari ayah, mama dan adikku. Aku merindukan rumah.
"Call to sister Rahmah Dara Ayunda immediately to the reception phone"(maaf bahasa inggrisnya kacau). Aku mendengar namaku dipanggil ke ruang penerimaan telepon segera beranjak.
 "Kakak selamat ulang tahun" suara adikku di seberang sana menentramkan hatiku "Kakak nanti kami datang hari Minggu yaa" lanjut adikku, dengan senang aku menjawab "Iyaa, datang bawa makanan yg bnyak yaa", "Sayang, selamat ulang tahun, semoga panjang umur, jadi anak shalehah" mamaku mengambil alih telepon,".
Minggu saat kedatangan keluarga ku kami merayakn ultah ku walaupun dengan sederhana.. (bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar