Oktober-November 2004
Aku menghabiskan waktu dirumah bersama keluarga saat liburan Ramadhan tiba, rasanya bahagia berkumpul dirumah bersama keluarga tercinta..
Akhir Ramadhan kami sekeluarga mudik ke Peureulak kampung halaman mama ku, dan kampung dimana tempat aku dilahirkan. Hingga idul fitri kami disana,, ada yg aneh dengan sikap mama, tidak seperti saat mudik sebelumnya, mudik kali ini mama mengunjungi semua rumah keluarga yang tinggal di peureulak bahkan teman2 SD, SMP, SMA dan siapapun yg dikenal untuk meminta maaf, aku tidak berfirasat apapun saat itu..
Keanehan muncul lagi dari keluarga ku, saat hendak balik ke Banda Aceh mama, ayah dan adikku terlihat sangat sedih meninggalkan nenek di kampung, bahkan mama sampai nangis, "Nak, kenapa? ada masalah?" tanya nenek yang mungkin khawatir karena mama tidak biasanya seperti itu, mama hanya menggeleng dan tetap terisak. "Nenek cepat balik ke Banda yaa," adikku berkata sambil memeluk nenek, "iyaa, nanti awal Januari nenek ke Banda" sahut nenek ku,,
Akhirnya kami pun pulang ke Banda Aceh meninggalkan kampung halaman mama, yg ternyata itu menjadi kunjungan terakhirnya.
Desember 2004
Masa2 ujian pra semester sedang diadakan, aku belajar dengan ogah-ogahan, karena memang niat awalku tidak ingin bersekolah di "penjara" ini. Tapi untuk tidak mengecewakan orang tuaku, aku hanya berusaha menjaga nilaiku tidak terlalu jelek.
19 Desember 2004
"Kak adek bawa KFC" seru adikku sambil berlari ke arah ku saat melihatku sedang jalan ke arah sebuah pohon dimana biasanya kami menghabiskan waktu saat kunjungan. "Yeyeye, bawa apalagi??" tanyaku bersorak gembira sambil mencium kedua pipi adikku. "adek bawa roti, bawa makanan banyak buat kaka, ayoo liat" dia langsung menarik tanganku menuju tempat ayah dan mama telah menunggu. Aku menyalami dan mencium kedua orangtua ku, seperti biasa banyak hal yang aku bicarakan, ceritakan pada mereka setiap hari kunjungan. Saat waktu kunjungan telah usai, adikku berkata "Kak, adek hari Rabu ga bisa jenguk kaka yaa, adek harus pigi ngaji, ga boleh bolos", "iyaa adek ngaji yg rajin yaa, nanti kan hari minggu ketemu kaka lagi" sahutku, "insyaAllah kak" adikku memelukku dan menciumku. Lalu mereka pulang
22 Desember 2004
"Mama, selamat hari ibu" aku memeluk mama saat beliau datang bersama ayah, "kaka sayang mama, ini ada kado buat mama" aku menyerahkan sekotak kecil kado yang isinya hanya selembar surat. Aku bukan orang yang mudah mengungkapkan secara langsung perasaanku, jadi aku menuliskannya saja. "Kaka gimana nilai ujian prasemesternya?" tanya ayahku, dengan ekspresi yang dibuat sedih aku menjawab "jelek yah".. Terlihat gurat kekecewaan diwajah ayah dan mama, namun dengan senyum jail aku memperlihatkan hasil ujian pra semester ku dan tersenyum, "Alhamdulillah kaka dapat juara 3" sorakku dengan bangga. "Nah ini anak ayah" sambil mencium keningku ayah berujar bangga. "Tapii nanti pas ujian semester harus rangking 1" ujar ayah, "tapi susah yah, saingannya banyak" jawabku dengan murung, "loh, knapa orang lain bisa, kaka ga bisa? Kalo orang aja bisa, anak ayah juga harus lebih bisa" ayahku menasehatiku, aku tertegun mendengar kalimat ayahku, dan sejak saat itu kalimat itu terus membayang di benakku. "kaka, mau tau satu hal nak? kenapa mama masukin kaka ke pesantren?" tiba2 mama berujar, aku yang memang ingin tau jawabnnya langsung menganggukkan kepala, "Mama cuma mau kaka bisa mandiri kalau nanti mama sama ayah udah ga ada, ga bisa nemenin kaka lagi, jadi kaka udah dewasa, mama ga khawatir lagi". Aku langsung merasa bersalah saat itu juga selama ini telah menuduhkan mereka yang tidak baik, ternyata dibalik semua itu tujuan mereka sangat mulia, mereka menyayangiku lebih dari apapun. Aku terisak, aku menyesal, aku berjanji akan menjadi anak yang baik, yang berbakti kepada mereka, itu janjiku.
Mama hanya mengusap kepala ku dengan lembut sambil tersenyum. Ada yang aneh hari itu, kedua orang tua ku tidak banyak bicara seperti biasanya, hanya tatapan mereka yang menatapku lebih lama dari biasanya, namun aku juga mengaggap hal itu biasa saja. Sampai saat mereka hendak pulang, menciumku berkali-kali, meninggalkan nasehat2 untukku, "Kaka, kalo orang lain bisa, kaka juga bisa, ingat ya??" pesan terakhir ayahku, lalu mobilpun melaju pergi. Pergi membawa orang-orang terkasihku yang tidak akan kutemui lagi.. (bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar